Friday, January 23, 2015

Cara Mudah Memelihara Ayam Kalkun

Pemeliharaan kalkun kecil (umur 2 bulan)

Sebagai langkah awal pemeliharaan, kita sebaiknya membeli bibit kalkun  yang berumur dua bulan. Di tangan pemula, bibit berumur dua bulan ini tidak merepotkan. Lain dengan kalkun umur sehari sampai satu bulan yang masih perlu penanganan khusus. Jika kita ingin membeli kalkun kecil berumur dua bulan, perhatikan beberapa hal seperti: kalkun mempunyai penampilan yang sehat, gesit, normal tidak cacat, kotoran kalkun berbentuk kering, tidak encer, tidak berwarna putih atau hijau, tidak terdapat luka dan sudah divaksin.

Kalkun berumur dua bulan dipelihara dalam kandang boks berkaki. Sebagai penerangan gunakan lampu bohlam. Untuk menjaga dari angin, setiap malam kandang kita tutup dengan plastik. Plastik ini bisa plastik bekas atau baru, karena fungsinya sama saja. Setiap malam, kalkun kecil ini harus kita lihat, apakah sudah cukup hangat. Jika kalkun masih terlihat berkerumun didekat lampu, berarti kita harus tambahkan lagi lampunya.

Setiap hari, kandang kalkun kita keluarkan bersama isinya, untuk dijemur. Penjemuran ini berfungsi agar kalkun lebih sehat. Waktu yang tepat untuk penjemuran ini antara jam 8-10 pagi. Saat kandang dijemur, bersihkan ruangan dari kotoran kalkun. Kotoran kalkun dari kandang ditumpuk dalam lokasi tersendiri. Sebagai makanannya, kalkun kecil ini kita beri ransum yang bahannya terdiri dari:

bekatul halus             :1 kilogram

sayuran                         :1,5 kilogram

konsentrat BR1         :1 kilogram

Bahan-bahan ini kita campur dengan air hangat sampai membentuk adonan yang tidak terlampau lembek. Ransum tersebut cukup untuk satu kali makan untuk sekitar 50 ekor kalkun.

Untuk minumnya, kita sediakan air matang yang ditaruh dalam tempat minum yang bisa kita peroleh di toko-toko peternakan. Kalkun yang kita pelihara sebaiknya tidak dibiarkan minum air hujan karena akan gampang sakit.

Pemeliharaan kalkun dewasa (4 bulan keatas)

Setelah berumur 4 bulan, kalkun bisa mulai diumbar. Pada umur tersebut kalkun sudah lebih tahan terhadap cuaca dan kemungkinan terserang penyakit. Jika masih tersedia kandang boks, kalkun bisa dimasukkan kandang lagi saat sore harinya. Jika tidak,  harus disediakan kandang khusus yang aman dari gangguan saat malam hari.

Makanan untuk kalkun muda ini sedikit berbeda jenis dan dosisnya. Untuk 60 ekor yang terdiri dari 50 betina dan 10 jantan, dalam satu kali makan kita harus menyediakan makanan yang terdiri dari:

bekatul                 :5 kilogram,

BR1                      :3 kilogram,

sayur                     :4 kilogram,

Makanan kalkun muda ini kita taruh dalam baskom plastik atau wadah seadanya. Biasanya, kalkun-kalkun ini akan makan bersama-sama dan tidak berebut. Jika ada seekor kalkun yang nakal saat makan, segera pisahkan dan beri makan dalam wadah tersendiri. Kalkun muda berumur tiga bulan ini saat siang hari kita berikan sayuran sebagai camilan. Sayuran yang biasa dikonsumsi adalah daun papaya, daun pisang dan sayuran lainnya.

Pemeliharaan kalkun dewasa.

Setelah berusia 6 bulan kalkun bisa disebut kalkun dewasa. Kalkun usia dewasa ini tidak hanya dipelihara dalam kandang boks terus tetapi harus diumbar. Makanan yang diberikan pada kalkun dewasa tidak berbeda dengan kalkun muda. Hanya saja untuk nasi aking dan katul perlu ditambah. Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.

Saat kalkun menjadi dewasa, biasanya akan sering terjadi pertarungan antar pejantan. Selain berebut pasangan, pertarungan ini juga terjadi saat berebut makanan. Untuk antisipasinya, kalkun yang nakal perlu kita kurung dalam kandang tersendiri.

Setelah beberapa kali bertelur, betina-betina yang dalam keadaan istirahat dan mbrodol juga perlu kita kelompokkan. Saat mbrodol, bulu-bulu kalkun akan rontok. Setelah bulu kembali pulih, kalkun siap untuk kembali kawin.

Pemeriksaan berkala bobot kalkun

Kalkun yang sehat ditandai dengan nafsu makannya yang baik, kotorannya berwarna normal dan gerak-geriknya yang gesit. Selain itu, kalkun sehat juga dilihat dari bobotnya yang normal jika ditimbang. Bobot yang dimaksud disini adalah berat hidup kalkun per usia.

Tentu saja bobot kalkun berhubungan erat dengan konsumsi dan gizinya. Mengirit pakan membuat kalkun tidak bisa gemuk. Terlalu banyak pakan juga menyebabkan pengeluaran kita boros. Untuk itu kita perlu mengetahui berapa standar  asupan pakan tiap harinya.

Sexing/menentukan jenis kelamin

Sexing pada kalkun dilakukan agar kita gampang mengelompokkan menurut jenis. Jika pada unggas lain sexing dilakukan dengan mengamati kloaka, maka pada kalkun lain lagi. Pada kalkun jantan ada semacam benjolan di leher. Para peternak biasa menamai benjolan ini dengan nama puser atau pusar.  Pusar ini berupa tonjolan yang kelak akan ditumbuhi rambut. Jika terdapat tonjolan, dapat dipastikan kalkun tersebut adalah kalkun jantan.

Pada kalkun jantan, gelambir bagian bawah lebih lebar dan terdapat benjolan yang lebih besar-besar. Yang terakhir, tonjolan pial diatas paruh pada kalkun jantan usia tiga bulan lebih panjang dan bisa ditarik.

Untuk pemula, sexing lebih mudah dilakukan pada usia tiga bulan. Kurang dari usia tersebut diperlukan kecermatan karena tanda-tanda diatas masih belum jelas terlihat. Untuk peternak yang berpengalaman, menentukan jenis kelamin kalkun bisa dilakukan mulai kalkun berumur kurang dari satu minggu.

Di pasaran, beberapa pedagang nakal sering memotong pial bagian atas agar terlihat seperti kalkun betina. Cara-cara ini jelas tidak dianjurkan. Untuk itu kita harus berhati-hati. Sebisa mungkin jangan membeli kalkun di pasar jika kita belum berpengalaman. Kalkun dari pasar juga tidak jelas asal-usul dan kesehatannya. Bisa saja kalkun yang kita beli membawa bibit penyakit sesampainya dirumah.

Setelah dilakukan sexing, kita harus mengatur perbandingan jantan dan betina. Perlu diketahui bahwa kalkun bisa bertelur walaupun tidak dikawini oleh pejantan. Telur yang fertile ini jika menetas akan menghasilkan anak kalkun yang kurang sehat dan biasanya berjenis kelamin jantan.  Untuk itu kita harus menyediakan pejantan dalam jumlah yang cukup. Idealnya, untuk empat atau lima ekor betina, kita gunakan satu pejantan.

Perkawinan

Saat berusia enam bulan, kalkun sudah cukup umur dan siap untuk dikawinkan. Kalkun bisa melakukan perkawinan secara alami maupun dibantu. Kalkun jantan yang siap kawin ditandai dengan ciri-ciri selalu mengejar-ngejar betina dan kerap bertarung dengan pejantan lain. Kalkun yang terlalu galak dan kerap bertarung perlu dipisah dalam kandang tersendiri.

Pada pasangan kalkun yang besarnya sama, perkawinan tidak sulit dilakukan. Walaupun begitu, saat perkawinan kita harus turut mengamati apakah terjadi ketidak-wajaran. Jika sudah selesai, kalkun betina dapat kita beri tanda pita di kakinya. Demikian seterusnya sampai semua betina sudah dikawini oleh pejantan. Dengan tanda pita tersebut kita bisa tahu jika kalkun bertelur, maka telurnya adalah telur yang bisa menetas. Lain dengan telur yang dihasilkan tanpa perkawinan.

Kadang-kadang, kita mempunyai pejantan bertubuh besar yang ingin kita kawinkan dengan betina muda. Perbedaan tubuh ini merupakan masalah dalam perkawinan. Kalkun jantan bertubuh besar akan menindih sambil mencengkeram betina dengan jari-jarinya yang tajam. Jika ini terjadi, biasanya betina akan kewalahan dan bulu-bulunya rusak. Untuk itu, perkawinan harus dibantu secara manual. Caranya, kita memegangi betina dan mengamankan tubuhnya dari cengkeraman cakar pejantan. Setelah selesai, pejantan bertubuh besar ini kita pisahkan agar tidak berkelahi atau kawin diluar pengawasan kita.

Salah satu aktivitas kalkun betina yang sering disalah-artikan adalah saat kalkun berjemur. Saat berjemur ini kalkun akan tiduran dengan posisi sayap terbuka (kekipu). Aktivitas ini kadang diartikan sebagai tanda bahwa kalkun birahi, padahal tidak. Jika kalkun belum siap kawin kemudian dikawinkan, akan mengakibatkan beberapa hal seperti:

-Telurnya sedikit dan ada yang bentuknya abnormal
-Daya tetasnya rendah
-DOT-nya lemah
-Induk gampang sakit bahkan mati saat mengeram

Pengeraman.

Untuk pengeraman, kalkun dibuatkan kandang khusus yang berbentuk boks. Jika kalkun yang mengeram banyak, maka kandang dibuat berderet-deret untuk memudahkan pengawasan dan menghemat tempat. Kandang ini bisa dibuat dari kayu, bambu ataupun tripleks. Sebagai alasnya, kita bisa memberikan kain-kain bekas atau merang kering. Kalkun ini mempunyai masa mengeram selama 28 hari. Untuk memacu produksi, telur kalkun ini bisa kita ambil dan ditetaskan dalam mesin. Setelah beristirahat selama dua minggu setelah bertelur, kalkun bisa kembali dikawinkan.

Sebelum kembali kawin, kalkun betina harus kita karantina dalam kandang tersendiri selama 2 minggu.

Kalkun yang telurnya selalu diambil untuk ditetaskan, akan kehilangan naluri mengeram. Jika sudah demikian, selama hidupnya kalkun tidak akan pernah mengeram. Di satu sisi, hal ini bagus untuk produktivitas. Tapi banyak peternak yang merasa kasihan dengan kalkun seperti ini. Untuk pencegahannya, kalkun juga harus diberi kesempatan mengeram. Jika dalam dua atau tiga periode bertelur pengeramannya dilakukan dengan mesin, maka selanjutnya diselingi dengan satu kali mengeram.

Perawatan anakan kalkun.

Bentuk DOT (Day Old Turkey) tak berbeda jauh dengan DOC. Perawatannya pun juga sama saja. Setelah menetas, kalkun kecil perlu dipisah dalam kandang tersendiri. Di kandang tersebut kita sediakan penghangat berupa lampu dan juga plastik penutup saat malam hari. Suhu kandang untuk kalkun anakan ini sekitar 30-38 derajat celcius. Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat. Makanan yang paling baik adalah konsentrat BR1 yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, kalkun jangan diberi makanan lain. Sampai umur dua bulan, makanan tersebut tidak perlu diganti atau ditambah dengan makanan lain.

Biasanya masalah kematian pada DOT ini berkaitan dengan makanan, air dan penghangat. Jika anakan kalkun diberi makanan yang salah, maka mereka bisa mati. Kematian juga disebabkan anak kalkun basah terkena air minum sehingga kedinginan. Kandang yang kurang hangat  juga menyebabkan anakan kalkun mati.

No comments:

Post a Comment