Friday, January 23, 2015

Kandang dan Makanan untuk Ternak Ayam Kalkun

Kandang Ayam Kalkun

1. Kandang untuk mengumbar

Kalkun membutuhkan ruangan untuk bergerak dan beraktivitas sehari-hari (termasuk perkawinan). Untuk itu diperlukan lokasi yang berguna sebagai umbaran. Lokasi umbaran ini harus dikelilingi pagar yang rapat agar aman. Sebenarnya, kalkun bukan tergolong hewan yang senang melarikan diri. Penggunaan pagar lebih bermaksud untuk menjaga keamanan dari tangan jahil dan binatang pengganggu lainnya.

Untuk memelihara 50-70 ekor indukan, kandang umbaran seluas 5x10 meter sudah cukup. Jika kita menanam sayuran di lokasi kandang ini, maka lokasi tanaman juga perlu dipagar agar tidak habis oleh kalkun. Sayuran yang biasa dikonsumsi yaitu:
-Sawi
-Kangkung
-Genjer
-Eceng gondok
-Daun pepaya
-Daun pisang
-Som jawa
-Selada air
Dan sebagainya.

2. Kandang kalkun umur 0-30 hari

Kalkun yang berumur satu minggu sampai satu bulan membutuhkan kandang boks yang hangat. Kandang dapat dibuat dari bambu atau kayu, atau kawat strimin dengan rangka kayu. Kandang kawat sangat membantu jika didaerah kita banyak terdapat hama tikus. Agar praktis, kandang dibuat ukuran panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm dan kaki-kaki setinggi 10 cm atau menyesuaikan dengan keadaan. Kandang dengan luasan seperti diatas cukup untuk menampung 20 ekor kalkun. Sebagai alas kandang, gunakan lapisan koran. Koran akan menyerap cairan yang berasal dari kotoran atau sisa minuman. Jika koran sudah jenuh air dan penuh kotoran, kita tinggal angkat, buang dan ganti dengan koran yang baru.

Pada umur 1,5 sampai 2,5 bulan, kalkun sudah mengalami perkembangan yang lumayan. Untuk itu kalkun perlu menempati kandang yang lebih lega. Untuk kandangnya, sama dengan kandang kalkun berumur 0-1 bulan diatas. Hanya saja populasinya perlu dikurangi menjadi sepuluh ekor kalkun saja.

3. Kandang kalkun umur 2,5 bulan ke atas          

Kalkun berumur 2,5 bulan ukuran kandangnya yaitu panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm dan kaki-kaki menyesuaikan pada kondisi setempat. Kandang dengan luasan seperti diatas diisi dengan 20 ekor kalkun. Saat kalkun berumur 3 bulan, maka populasinya dikurangi menjadi 10 ekor/kandang. Kemudian pada umur 3,5 bulan, dikurangi lagi sehingga dalam satu kandang hanya terdapat 8 ekor kalkun.

Pada umur 3 bulan, kalkun harus mulai dipisah-pisah menurut jenis kelaminnya. Jadi, antara kandang jantan dan kandang betina dibuat sendiri-sendiri. Kalkun jantan juga mulai diseleksi untuk mendapatkan calon pejantan yang baik. Kalkun jantan yang kurang bagus kita gunakan sebagai kalkun potong.

4. Kandang lantai

Selain menempati kandang boks, kalkun mulai umur 2 bulan keatas juga bisa menempati kandang lantai. Ukuran kandang lantai ini, sebagai contoh,  panjang 6 meter, lebar 3 meter, dengan tinggi menyesuaikan dengan keadaan.  Tentu saja ukuran ini tidak baku dan melihat pada kondisi setempat. Populasi kandang lantai ini sekitar 20-30 ekor untuk tiap meter perseginya.  Jadi kita bisa menghitung sendiri ukuran kandang dan isinya.
                                                   
5. Kandang pejantan                          

Kalkun pejantan mutlak harus diberi kandang boks tersendiri. Ini berguna agar kalkun tidak berkelahi yang akan mengakibatkan luka dan bulu rontok. Ukuran kandang untuk pejantan ini 80x80x80 cm. Kandang juga dibuat berkaki. Tiap satu kandang hanya berisi satu kalkun saja.

6. Kandang untuk mengeram

Saat bertelur dan mengeram, kalkun harus disediakan kandang khusus. Kandang ini berupa boks dengan ukuran 40x40x40 cm. Sebagai alasnya, bisa ditaruh merang/tangkai padi. Jika kita memelihara kalkun dalam jumlah banyak, maka kandang pengeraman ini juga harus disediakan dalam jumlah banyak. Jumlahnya bisa disesuaikan sesuai dengan jumlah indukan yang ada.

Tempat makan minum.

Tempat makan dan minum untuk kalkun disesuaikan dengan umurnya. Untuk kalkun kecil, buatlah tempat makan dari bahan bambu yang panjangnya 40 cm  dan berdiameter 8-10 cm yang dibelah dua. Cara membelahnya tidak sama tapi untuk bagian yang digunakan lebih besar, kira-kira 2/3 luas penampang. Bagian bawah bambu kita beri tahanan/alas supaya tidak terguling. Tempat makan ini cukup untuk memberi makan 20-25 ekor kalkun kecil.

Selain tempat makan dari bambu, tempat makan yang praktis bisa terbuat dari tempat minum yang biasa dijual di poultry shop. Jadi, dalam tempat minum itu kita isikan makanan untuk kalkun.

Untuk kalkun dewasa, tempat makan bisa berupa wadah plastik seperti baskom kecil. Jika mau dibuat sendiri, bahannya bisa dari kayu untuk bagian tepinya, dan tripleks sebagai alasnya. Untuk tempat makan kalkun dewasa ini sebenarnya sangat fleksibel, yang penting kalkun bisa makan bersama-sama tanpa kesulitan.

Sebagai tempat minum, bisa kita gunakan tempat minum untuk ayam pedaging. Tempat minum ini mudah kita dapatkan di toko-toko. Untuk kalkun kecil, penempatannya perlu diatur agar tidak membahayakan. Posisi tempat minum harus agak tinggi agar kalkun tidak mudah masuk ke bagian tempat yang berisi air. Usahakan agar saat menggantung tempat minum ini tidak terlalu tinggi agar kalkun tidak susah saat minum.

Kalkun adalah hewan yang tidak memerlukan banyak air, terutama yang kecil. Jika kita memberi air terlalu banyak, kalkun akan berkurang nafsu makannya dan gampang terkena penyakit. Untuk itu, waktu minum harus diawasi. Setelah makan, kalkun kita beri minum. Setelah semua selesai minum, tempat minum diambil/disingkirkan dari kandang.

Ransum untuk kalkun

Kalkun adalah hewan yang tidak begitu pemilih. Artinya, jenis-jenis makanan seperti bekatul, sisa nasi, sisa sayur dan sejenisnya, bisa dipakai. Akan tetapi untuk pemeliharaan yang intensif, kita harus mengetahui jenis dan kebutuhan perharinya.

Kalkun kecil dan kalkun dewasa membutuhkan ransum yang berbeda macam dan porsinya. Dari jenisnya, makanan yang biasa dikonsumsi kalkun untuk hidupnya adalah:

1. Konsentrat.
Konsentrat yang diberikan untuk kalkun adalah konsentrat jenis BR yang harganya dipasaran Rp 5000/kilogram. pemberian konsentrat BR disesuaikan menurut umur kalkun. Seperti kita ketahui, dipasaran terdapat konsentrat jenis BR1 dan BR 2. Selain konsentrat, ada juga ransum untuk penggemukan seperti polar. Untuk penguat tulang, konsentrat jenis AD1 juga bisa diberikan kepada kalkun.

2. Bekatul.
Bekatul sebagai salah satu bahan campuran makanan ini diberikan pada kalkun dewasa. Bekatul atau dedak bisa kita dapatkan di warung-warung, poultry shop atau penggilingan padi. Untuk jenisnya, bekatul dibagi menjadi dua yaitu bekatul kasar dan bekatul halus. Bekatul kasar biasanya masih mengandung banyak sekali kulit padi. Untuk itu, usahakan memberi kalkun-kalkun peliharaan dengan bekatul halus.

3. Tahu.
Tahu yang kita pergunakan adalah tahu putih tawar (bukan yang asin) yang belum digoreng. Bahan makanan kalkun muda ini mudah kita dijumpai dimana-mana. Yang perlu diwaspadai, jangan sampai membeli tahu yang berpengawet untuk non makanan seperti formalin. Agar lebih hemat kita dapat membeli tahu ini dengan cara berlangganan di tempat pembuatan/pabrik. Untuk  tahu yang disimpan dalam kulkas/frezzer, sebelum digunakan sebagai ransum, rendam dahulu dalam air panas selama beberapa saat.

4. Hijauan.
Hijauan (sebagai sumber vitamin) paling populer bagi kalkun adalah daun pisang. Cara menyajikannya bahkan sangat mudah. Kita hanya perlu memetik daun pisang dengan pisau dan langsung melemparkannya ke kerumunan kalkun. Dengan lahap pasti kalkun-kalkun tersebut akan memakannya sampai habis.

Selain daun pisang, beberapa hijauan seperti kangkung, sawi, daun pepaya dan sebagian jenis sayuaran juga disukai kalkun. Untuk itu, tidak ada salahnya membudidayakan tanaman ini sebelum kalkun-kalkun muda mengisi kandang kita.

5. Nasi aking.
Nasi aking adalah nasi sisa yang dicuci bersih dan dijemur sampai kering. Makanan ini juga salah satu makanan sumber karbohidrat yang disukai kalkun. Untuk menyajikannya, kita harus terlebih dahulu merendamnya dalam air panas agar lebih lunak. Saat membeli nasi aking, kita harus memilih yang bersih dan tidak tercampur bahan lain.

No comments:

Post a Comment